Dalam drama korea yang berjudul “Hwarang”,
mengisahkan tentang seorang raja muda yang sengaja disembunyikan ibundanya dan
tak pernah menampakkan dirinya ke hadapan rakyat. Dalam drama tersebut
dijelaskan bahwa jalur seorang raja layaknya jalur air yang mengalir, mengikuti
jalur yang dibentuk oleh air yang mengalir. Seorang raja harus menjangkau
setiap jalur yang dilewati oleh rakyatnya sampai ke titik terendah dimana air
itu tidak bisa untuk mengalir lagi, karena dasar dari ketinggian adalah
kerendahan. Raja harus memastikan bahwa seluruh rakyatnya baik-baik saja, bahwa
di jalur raja tidak ada lagi tanah kering nan tandus.
Kisah raja tersebut dapat disetarakan
dengan seorang pemimpin pada zaman ini. Jika menyebut pemimpin, seseorang akan
langsung tahu bahwa pemimpin adalah orang yang memimpin. Namun lebih dari itu,
pemimpin harus memiliki kemampuan-kemampuan lain yang dapat menunjang
keberhasilan sebuah organisasi. Agar mobil kepemimpinan yang dikemudikannya
tidak dibawa keluar jalur, tetap pada tujuan semula. Ia memimpin, bukan
memerintah. Inilah yang harus diubah dari image seorang pemimpin. Kemudian ada
kata ‘Madani’, madani adalah masyarakat yang menumbuhkan
dan menjaga perilaku yang beradab, sopan, berbudaya tinggi, baik dalam
pergaulan, mencari kebenaran, menerapkan hukum dalam sanksi, sampai dalam
menghadapi konflik dan peperangan. Pertanyaannya adalah bagaimana membentuk
karakter seorang pemimpin madani? Bagaimana perwujudan karakter pemimpin yang beradab dalam
tujuan berubah ke arah yang lebih baik dengan menjadi pemimpin yang dapat
memberikan teladan kepada anggota yang dipimpinnya.
Dengan jalur raja, raja mampu
menjangkau dan mengenali rakyatnya dengan baik, sehingga dirinya bisa tahu mau
dibawa kemana negeri tersebut dibawah kepemimpinanya. Sama halnya dengan
pemimpin-pemimpin lain, seperti dalam sebuah organisasi, kepemerintahan, maupun
badan non formal. Sebelum memimpin, seorang pemimpin harus tahu tujuan dari apa
yang dipimpinnya tersebut. Mau diapakan yang dipimpinnya tersebut dalam kepemimpinannya.
Pemimpin sebagai kemudi harus tahu arah laju mobil. Jika ia saja tidak tahu,
bagaimana bisa menuntun anggotanya agar bisa memiliki tujuan yang sama dengan
dirinya. Antara ketua dan anggota harus memiliki tujuan yang sama agar organisasi
tersebut dapat berjalan dengan baik. Jika memiliki perbedaan tujuan, pasti
banyak perdebatan yang akan terjadi. Karena pasti akan selalu ada masalah,
namun pemimpin harus bisa menyelesaikan masalah tersebut, bahkan jika bisa
menjadikan masalah menjadi solusi. Seperti jalur air mengalir, tujuannya adalah
mengalir hingga ke dasar ketinggian, hingga mengenai tanah yang tandus lagi
kering, itulah tujuan raja. Karena menyamakan tujuan antara ketua dan anggota
adalah hal yang penting. Tak mungkin dalam satu mobil memiliki dua pengemudi
sekaligus. Untuk merealisasikan kata madani tersebut, tujuan pemimpin dan
anggota harus sama.
Setelah memiliki tujuan sama, seorang pemimpin harus bisa memposisikan
dirinya agar bisa dipercaya anggotanya untuk mengemudikan laju mobil kepemimpinan
itu. Dalam kisah ‘Hwarang’, raja muda tersebut sangat sulit mendapatkan kepercayaan
dari orang-orang yang dipimpinnya, termasuk ibunya sendiri. Orang yang akan
memimpin suatu organisasi atau kelompok harus mempunyai kemampuan membimbing
dan mengatur anggotanya untuk mencapai tujuan tertentu. Sehingga dapat
dipercaya oleh anggotanya. Sementara raja muda tersebut belum memiliki
kemampuan ini.
Namun
sebagai seorang pemimpin, selain harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik,
mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam memimpin, juga seorang pemimpin harus
mampu mempunyai karakter dan tindakan yang baik sehingga ia menjadi teladan
bagi anggotanya. Karena bagaimana perilaku anggota-anggota adalah cerminan dari
seorang pemimpin. Untuk mendapatkan kepercayaan dari anggota yang lain, seorang
pemimpin harus memposisikan dirinya jika ia memang layak untuk dipercaya. Salah
satunya dengan keteladanan itu.
Dalam setiap langkah dalam perjalanan
pengasingan dirinya tersebut, dimana tiada seorang pun yang mengenalinya
sebagai seorang raja, ia selalu berkaca, sebelum memulai memimpin
rakyat, mulailah untuk memimpin diri sendiri terlebih dahulu. Perbaiki
diri dan instropeksi diri. Pemimpin muda yang bertanggung jawab akan
menciptakan suatu negeri yang orang-orang disekitarnya memiliki rasa tanggung
jawab yang tinggi sebab pemimpin itu sendiri. Hingga pada akhirnya, raja muda
tersebut menjadi raja terhebat di zamannya.
Fitria Imaniar
#PKMFMIPA2018
#FMIPAKITA
#Kreatif_Inisiatif_Aktif