Translate

Kamis, 15 Oktober 2015

Menjadi Rohis yang Ideal

Tema : Rohis yang ideal
ideal/ide·al/ /idéal/ a sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki: contoh : gadis itu sangat -- untuk menjadi peragawati;

Setiap ekstrakulikuler sekolah pasti memiliki kriteria idealnya sendiri agar bisa disebut layak. Ekskul tersebut sudah tentu tidak menginginkan hanya menjadi sekedar ekskul asal-asalan yang tidak dapat mengembangkan dan membina anggotanya. Sehingga setiap anggota tidak merasa menyesal memasuki dunia ekskul tersebut. Pengertian ideal sendiri adalah yang paling/sangat sesuai dengan apa yang inginkan/dicita-citakan. Sama halnya yang terjadi pada ROHIS (Rohani Islam). Dengan memiliki kriteria ideal tersebut, insya allah, Rohis dapat dengan mudah menjalankan setiap kegiatan-kegiatan. Menjadi Rohis yang sesuai dengan apa yang diimpikan tentu keinginan setiap anggota. Semua itu tidak akan tercapai tanpa kerja keras dan kerjasama anggotanya, terlebih jika Rohis diurus secara asal-asalan. Berikut saya akan menyampaikan pendapat bagaimana Rohis yang ideal itu.
Perhatikanlah pohon-pohon yang berdiri kokoh disekitar kita. Pohon-pohon itu telah ditopang oleh akar. Ada yang tunggang, ada yang serabut. Bayangkan jika akar tersebut adalah kita sebagai anggota Rohis yang harus siap menjaga kokohnya ekskul Rohis itu agar tidak rubuh oleh terpaan ketidakadaan dan ketidakkuatnya iman. Menurut saya, untuk menjadi Rohis yang ideal itu harus dimulai dari anggotanya. Kesadaran dan kemauan dari diri anggota tersebut untuk memajukan Rohis yang sesuai dengan fungsinya, yaitu sarana memperdalam agama islam. Tentu dengan diniatkan karena Allah Ta’ala. Anggota tersebut telah menyadari dan memegang tanggung jawab besar dalam dirinya terhadap Rohis. Seperti akar pada pohon beringin, anggota tersebut harus kuat menopang beratnya tanggungjawab yang diberikan. Tetapi jangan tanggungjawab itu dijadikan beban, akhirnya akar tersebut berubah menjadi akar serabut. Pohon beringinpun akan rubuh karena ditopang akar sekecil itu. Artinya Rohis akan sesuai dengan apa yang diinginkan saat diurus oleh anggota-anggota yang menyadari pentingnya tanggungjawab tersebut. Bersyukurlah ketika Allah memilih kita diantara manusia lain untuk menyadari hal tersebut.
Seperti yang sudah dijelaskan, Rohis dimulai dari anggotanya. Jika anggotanya saja sudah menyerah dan tidak lagi aktif (tidak istiqamah) dalam ekskul Rohis, maka kata Ideal itu atau yang dicita-citakan itu seharusnya tak pernah ada. Untuk itu diperlukan kebersamaan antar sesama anggota Rohis dalam setiap kegiatannya (ikhwan dengan ikhwan, akhwat dengan akhwat). Yang  karena seringnya kebersamaan itu, tentu lama-kelamaan terjalin kekompakan dengan sendirinya. Dimana kekompakkan sangat diperlukan, tidak hanya pada Rohis, tetapi juga ekskul lainnya. Namun, tanpa disadari dengan semua itu kita telah berhasil membangun Ukhuwah. Ikatan persahabatan yang sudah ada semakin tumbuh, menjalar menjadi rasa persaudaraan dalam tiap anggotanya. Saling menyayangi, saling melindungi, saling mengingatkan, saling berbagi, dan rasa memiliki satu sama lain. Selama mengikuti ekskul Rohis ini saya sangat merasakan nikmat yang namanya Indahnya Ukhuwah. Ikatan yang tidak saya rasakan pada ekskul lainnya. Karenapun, kami telah diajarkan bahwa Ukhuwah sangat penting. Agar terhindar dari perpecahan anggotanya. Saya sepenuhnya menyadari bahwa menjalin kekompakkan setiap anggota tidaklah mudah, bahkan menjadi PR tersendiri. Setiap anggota hendaknya bisa menjaga ikatan dalam naungan Allah ini.
Anggota-anggota Rohis diajarkan untuk lebih mengenal Allah, Sang Pencipta dengan segala keagungannya. Mengenal Islam lebih dekat. Sehingga dapat mencintai dengan sepenuh hati agama ini. Rohis mengajarkan apa-apa saja yang ada dalam Islam. Memperoleh ilmu yang sangat berharga lagi bermanfaat. Anggota-anggota Rohispun tidak semuanya berasal dari latar belakang yang islami. Yang tentu pernah mengalami masa kebodohannya masing-masing dengan menomor sekiankan Islam dari hal lainnya. Alasannya, belum mengenal Islam. Tetapi karena kesadaran dan kemauan, bersama-sama kami mulai berhijrah. Menyibukkan diri dengan kegiatan yang berbau islam. Menjadi Rohis yang Ideal akan terwujud bila anggotanya senantiasa berusaha dan belajar mengenal agama Islam. Dan membentuk pemuda-pemudi Islami.
Rasanya tak lengkap jika memimpikan Rohis yang orang lain atau teman-teman tidak merasakan manfaat yang telah diperoleh selama ini. Menularkan ilmu pada orang lain, saling berbagi dengan ikhlas. Berdakwah meski sulit, angggota-anggota Rohis mengharapkan dengan kehadirnya dapat memperbaiki akhlak yang lain.

Semua tentu berharap Rohis menjadi Rohis yang Ideal. Begitupun saya. Bagi saya, rohis yang ideal atau Rohis yang diinginkan adalah memiliki anggota-anggota yang mau mempelajari dan mengkaji Islam itu sendiri serta sadar akan tanggungjawab yang diembannya. Semua bermula dari anggota. Jadi, mari kita renungkan sejenak... apakah kita sudah memakukannya?



*Mohonmaafbilaadasalahkata