Translate

Sabtu, 28 April 2018

KEMUDI PEMIMPIN


Dalam drama korea yang berjudul “Hwarang”, mengisahkan tentang seorang raja muda yang sengaja disembunyikan ibundanya dan tak pernah menampakkan dirinya ke hadapan rakyat. Dalam drama tersebut dijelaskan bahwa jalur seorang raja layaknya jalur air yang mengalir, mengikuti jalur yang dibentuk oleh air yang mengalir. Seorang raja harus menjangkau setiap jalur yang dilewati oleh rakyatnya sampai ke titik terendah dimana air itu tidak bisa untuk mengalir lagi, karena dasar dari ketinggian adalah kerendahan. Raja harus memastikan bahwa seluruh rakyatnya baik-baik saja, bahwa di jalur raja tidak ada lagi tanah kering nan tandus.

Kisah raja tersebut dapat disetarakan dengan seorang pemimpin pada zaman ini. Jika menyebut pemimpin, seseorang akan langsung tahu bahwa pemimpin adalah orang yang memimpin. Namun lebih dari itu, pemimpin harus memiliki kemampuan-kemampuan lain yang dapat menunjang keberhasilan sebuah organisasi. Agar mobil kepemimpinan yang dikemudikannya tidak dibawa keluar jalur, tetap pada tujuan semula. Ia memimpin, bukan memerintah. Inilah yang harus diubah dari image seorang pemimpin. Kemudian ada kata ‘Madani’,  madani adalah masyarakat yang menumbuhkan dan menjaga perilaku yang beradab, sopan, berbudaya tinggi, baik dalam pergaulan, mencari kebenaran, menerapkan hukum dalam sanksi, sampai dalam menghadapi konflik dan peperangan. Pertanyaannya adalah bagaimana membentuk karakter seorang pemimpin madani? Bagaimana perwujudan karakter pemimpin yang beradab dalam tujuan berubah ke arah yang lebih baik dengan menjadi pemimpin yang dapat memberikan teladan kepada anggota yang dipimpinnya.

Dengan jalur raja, raja mampu menjangkau dan mengenali rakyatnya dengan baik, sehingga dirinya bisa tahu mau dibawa kemana negeri tersebut dibawah kepemimpinanya. Sama halnya dengan pemimpin-pemimpin lain, seperti dalam sebuah organisasi, kepemerintahan, maupun badan non formal. Sebelum memimpin, seorang pemimpin harus tahu tujuan dari apa yang dipimpinnya tersebut. Mau diapakan yang dipimpinnya tersebut dalam kepemimpinannya. Pemimpin sebagai kemudi harus tahu arah laju mobil. Jika ia saja tidak tahu, bagaimana bisa menuntun anggotanya agar bisa memiliki tujuan yang sama dengan dirinya. Antara ketua dan anggota harus memiliki tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik. Jika memiliki perbedaan tujuan, pasti banyak perdebatan yang akan terjadi. Karena pasti akan selalu ada masalah, namun pemimpin harus bisa menyelesaikan masalah tersebut, bahkan jika bisa menjadikan masalah menjadi solusi. Seperti jalur air mengalir, tujuannya adalah mengalir hingga ke dasar ketinggian, hingga mengenai tanah yang tandus lagi kering, itulah tujuan raja. Karena menyamakan tujuan antara ketua dan anggota adalah hal yang penting. Tak mungkin dalam satu mobil memiliki dua pengemudi sekaligus. Untuk merealisasikan kata madani tersebut, tujuan pemimpin dan anggota harus sama.

Setelah memiliki tujuan sama,  seorang pemimpin harus bisa memposisikan dirinya agar bisa dipercaya anggotanya untuk mengemudikan laju mobil kepemimpinan itu. Dalam kisah ‘Hwarang’, raja muda tersebut sangat sulit mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang dipimpinnya, termasuk ibunya sendiri. Orang yang akan memimpin suatu organisasi atau kelompok harus mempunyai kemampuan membimbing dan mengatur anggotanya untuk mencapai tujuan tertentu. Sehingga dapat dipercaya oleh anggotanya. Sementara raja muda tersebut belum memiliki kemampuan ini.

Namun sebagai seorang pemimpin, selain harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik, mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam memimpin, juga seorang pemimpin harus mampu mempunyai karakter dan tindakan yang baik sehingga ia menjadi teladan bagi anggotanya. Karena bagaimana perilaku anggota-anggota adalah cerminan dari seorang pemimpin. Untuk mendapatkan kepercayaan dari anggota yang lain, seorang pemimpin harus memposisikan dirinya jika ia memang layak untuk dipercaya. Salah satunya dengan keteladanan itu.

Dalam setiap langkah dalam perjalanan pengasingan dirinya tersebut, dimana tiada seorang pun yang mengenalinya sebagai seorang raja, ia selalu berkaca, sebelum memulai memimpin rakyat,  mulailah untuk memimpin diri sendiri terlebih dahulu. Perbaiki diri dan instropeksi diri. Pemimpin muda yang bertanggung jawab akan menciptakan suatu negeri yang orang-orang disekitarnya memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi sebab pemimpin itu sendiri. Hingga pada akhirnya, raja muda tersebut menjadi raja terhebat di zamannya.

Fitria Imaniar

#PKMFMIPA2018

#FMIPAKITA

#Kreatif_Inisiatif_Aktif

PENDIDIKAN ZAMAN NOW


Assalamu’alaikum

Apa kabar dengan semangat teman-teman? Semoga masih dalam keadaan yang membara di dada.
" Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa anda gunakan untuk mengubah dunia"
(Nelson Mandela)

Teman-teman tahu bagaimana pendidikan masa kini? Nah kali ini saya akan menshare ilmu yang telah saya dapatkan dalam PKMFMIPA 2018 tentang PENDIDIKAN KONTEMPORER DI INDONESIA dengan pemateri Ka Rakha Ramadana (Kadept. Kominfo BEM UNJ 2018)

Menurut UU No.20 Tahun 2003 menjelaskan pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Sementara pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945.

Urgensi Pendidikan
1. Memberikan pengetahuan
    memliki peran penting dalam kehidupan.
2. Karir pekerjaan
    kita akan berpenghasilan dari pekerjaan yang kita lakukan.
3. Membangun karakter
    pendidikan mengajarkan kepada suatu individu agar menjadi dewasa.
4. Pencerah kehidupan
    membantu memberikan gambaran yang jelas mengenai hal- hal disekitar .
5. Kemajuan bangsa
    masa depan bangsa akan aman jika masyarakatnya berpendidikan.

FAKTOR PENYEBAB TERPURUKNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA :
1. Luasnya wilayah indonesia , akses wilayah sulit sehingga pemerataan baik dalam fasilitas, sarana dan prasarana terhambat.
2. Kurangnya pemahaman (khususunya masyarakat daerah pelosok) akan pentingnya pendidikan .
3. Kurangnya meratanya fasilitas pendidikan (sekolah gratis) .
4. Mayoritas masyarakat indonesia masa kini bersifat pemalas.

PENDIDIKAN MASA KINI (KONTEMPORER)
Tumbuhnya sikap malas.
Indonesia masuk ke rangking 61 (dalam budaya literasi) , saat ini masyarakat lebih mementingkan menonton televisi daripada membaca buku.
Dalam era digital saat ini, memudahkan untuk mengakses informasi, namun dibandingkan untuk membaca buku, mencari artikel, informasi masyarakat lebih mementingkan untuk mengakses hal hal yang tidak bermanfaat sepert mengunduh games.
E - Learning : saat ini pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan buku elektronik.
Pelajar dapat belajar / tutor dengan mengakses internet (youtube).



 

Senin, 16 April 2018

URGENSI KADERISASI


Assalamualaykum...

Apa kabar teman-teman? Semoga tetap dalam keadaan sehat wal’afiat yaa. Karena menjaga kesehatan jasmani juga sama pentingnya dengan Ruhiyah dan Fikriyah kita. Terlebih bagi teman-teman yang sehari-harinya dipeuhi kegiatan melelahkan, tapi mengasyikkan :v

Salah satunya adalah Kegiatan PKMFMIPA UNJ(Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta). Alhamdulillah pra PKMF telah dilaksanakan pada Sabtu, 16 April 2018 pukul 13.00 di Gedung Kyai Haji Hasyim Asjari ruang 203-204, Kampus A, UNJ dengan tema BERFIKIR KREATIF, BERGERAK AKTIF, KAMI PEMUDA INISIATIF.

Pertama kegiatan dibuka oleh Kak Mahbuh selaku MC saat itu.

Kegiata selanjutnya adalah materi disampaikan oleh Kak Solin Nurdin dengan moderator Kak M.Rifan. materi ini berjudul “URGENSI KADERISASI”.

 Kaderisasi adalah suatu proses, cara mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. Sementara Kader adalah orang yang diharapkan untuk memegang peran penting dalam pemerintahan, institusi, organisasi.

Tugas Kaderisasi

a)      Pembentukan

b)      Penjagaan

c)       Pengembangan

d)      Pewarisan

 

Fungsi Pengkaderan :

a)      Pewarisan nilai organisasi

b)      Menjamin keberlangsungan organisasi

c)       Sarana belajar bagi anggota

 

Tantangan dan Kendala Dalam Kaderisasi

1.       Monoton

2.       Kurang Peka

3.       Krisis Kader

4.       Kejenuhan dalam kaderisasi

5.       Paradoks

 

Alur Pengkaderan UNJ*

PKMP➡   PKMF ➡   PKMU

PKMP➡   PLMF➡   PLMU

 

Pengkaderan yang Ideal :

1.       Memahami kebutuhan

2.       Kultur dan budaya paham disesuaikan

3.       Follow Up

 

Setelah materi, ada Kumpul Kelompok. Disini kita dapat berkenalan dengan teman-teman dari rumpun lain.

Setelah itu dilakukan penutupan kembali oleh MC.

 

Semangat!!!