Translate

Kamis, 26 Februari 2015

BATU

Kau batu!
Sulit untuk kupecah
Berkeping hingga kumarah
Keras tak ada lunak
Itulah kau!

Batupun mengikis terendam air
Kau bahkan tak mengenal air
Airnya jatuh!
Setetes tepat di kepalamu
Kau bertanya itu apa
Itu adalah kelembutan
Satu titik dekat hatimu

Sekali jadi batu
Hargai aku
Ini dunia
Bukan mimpimu
Setiap keputusan
Ada yang terluka dan lega
Maka pedulikan hati yang terluka itu

Kau bukan batu
Aku takkan marah
Tenang saja, aku akan menghargaimu
Kau memperbaiki luka itu
Dengan air yang mengalir
Penuh pada hatimu



Sebagai orang kita jangan terlalu keras kepala. Pikirkan perasaan orang yang kecewa dengan keputusanmu yang tanpa pertimbangan hanya karena kau ingin menonjol. Kau masih mempunyai hati yang lembut untuk menentukan keputusanmu. Maka kau juga akan dihargai orang jika kau menghargai mereka. Seperti kodrat alam. Apa yang kau beri pada mereka. Itu juga yang akan mereka beri padamu.

KAMU YANG BERHAK MARAH!!!!

Pernah nggak sih kamu ngalami hal yang bikin kamu direndahin sama temenmu sendiri?

Pasti pernah kan? Disini aku bilang temen kamu, bukan sahabat kamu. Dia hanya dekat denganmu karena kamu dan dia punya hatu hal yang bisa kalian bahas bersama. Bisa tertawa meski sekadarnya. Menjadi teman yang saat sahabatmu tidak ada disampingmu. Semacam pelampiasan. Okeh, mungkin kamu tidak akan merasa sakit saat dia merendahkanmu. Kamu hanya cukup tahu bagaimana sifatnya dan kamu tak perlu berbagi apapun dengannya tentang dirimu. Dia tidak akan menjadi sahabatmu.

Tapi, bagaimana jika dia adalah teman baik yang kamu kenal lama, namun ia bukan sahabatmu? Dia mengucap sesuatu yang sangat melukai hatimu. Dia mengejek sesuatu milikmu. Ketika ia mengejek bendamu, secara langsung ia mengejek dirimu sendiri. Sama seperti mengejek harga dirimu. Barang itu sesuatu yang berharga untukmu. Sebagai contoh, ia mengejek HP-mu yang “jadul”. Apa yang kamu rasakan? apa ia punya hak untuk mengejek barangmu?

“Barang itu adalah milikku. Hanya aku yang boleh mengejeknya. Tak ada siapapun yang bisa melakukannya selain diriku sendiri.”


Benar! Barang itu adalah menjadi milikmu. Barang yang kamu dapatkan dengan uangmu sendiri, yang kamu rela untuk mengorbankan keinginan lain hanya demi barang itu. Jadi, yang boleh marah atau mengejek barang itu adalah KAMU, bukan orang lain. Entah kamu akan membuangnya atau tidak, kamu merusaknya atau tidak, kamu menguburnya atau tidak, itu hakmu. Keringat yang kamu keluarkan akan mendorongmu untuk menuntut orang itu. Pengorbananmu juga berteriak akan membakar mulutnya. Namun ada tembok antara kamu dan dia yang bernama TEMAN. Nuranimu tak mengijinkan kamu untuk mengeluarkan emosimu saat itu juga. Jadi kamu hanya diam. Menahan dirimu dan berpura-pura kamu tak mendengarnya. Ini lebih baik. Daripada temanmu menjadi musuhmu.


Karena kejadian itu, karena barang itu ada didekatmu selalu, kamu akan mengingat hal itu. meskipun kamu lupa, keringatmu akan kembali menuntut. Sampai kamu mengikhlaskan barang itu di hina orang lain, sampai kamu bener-benar mengobati emosimu yang terpendam, sampai harga dirimu dikembalikan olehnya dan memberimu pakaian tebal, semua akan kembali seperti semula. Tapi satu hal yang kamu sesalkan, dan kamu sangat marah karenanya. Mengapa kamu memperjuangkan untuk memperoleh barang yang hanya akan diejek oleh orang lain? apa artinya barang itu? sampai harga dirimu terbawa dalam situasi itu? Kamu mendapatkan barang itu karena kamu perlu. Yang tanpanya kamu takkan bisa melakukan sesuatu. Barang itu selalu membantumu. Jadi saat barang itu diejek, kamu juga akan merasa diejek.

Situasi ini sama seperti adikmu membuat orang lain marah dan orang lain menghina adikmu karenanya. Tanpa sadar kamu mengepalkan tangan. Namun kamu melepas kepalan itu karena kamu ingat tak ada alasan memukul orang itu. karena adikmu memang bersalah. Hanya saja,orang yang benar-benar berhak dan  boleh marah padanya adalah kamu. Kamu yang mengasihinya seperti kamu mengasihi dirimu. Kamu yang melindunginya seperti kamu melindungi dirimu. Kamu yang menjaga perasaanya. Kamu yang selalu mendahulukan dirinya daripadamu. Maka saat orang lain memarahinya, kamu lah yang lebih berhak. Karena titlemu sebagai seorang kakak, telah merusak nama baikmu. Karena perbuatannya, kamu dicap sebagai kakak yang buruk. Padahal kamu menyanyanginya. Tapi lebih baik kamu diam. Adikmu juga bersalah. Diam menjadi jalan terbaik.

Tapi kamu hanya menangis dalam diamu. Barang itu, tak ada yang bisa kamu lakukan padanya setelah kamu memarahinya. Karena barang itu tetap saja milikmu dengan segala kekurangannya.



*Janganmarahpadahidupmu

BERBEDA

karya : Zabrina Setya Handini

Setiap hari kupikirkan dirimu
Memikirkan mengapa kita berbeda
Tak sejenis, padahal kubisa meminangmu
Kita tak satu kingdom

Sore itu kau melintas di persimpangan jalan
Malam silih berganti kau tak juga nampak
Hingga pagi ini kau tak melintas
Mengapa bulumu yang tebal kurindu akan pelukanmu

Kaulah putri impianku
Kau elok bagai fajar
Bulumu yang berwarna kuning keemasan
Bak bunga matahari yang  baru mekar
Kusangat ingin memetikmu
Dan ku bawa pulang agar kudapat memilikimu

Oh putriku...
Ku cinta kau melebihi aku mencintai diriku
Tapi kita tak sama, kita berbeda
Kita berbeda...
Berbeda suku
Berbeda kingdom
Hingga kutak bisa meminangmu

Oh Tuhan...
Mengapa kuharus terlahir menjadi seekor Anjing
Putri nan elok dan unik adalah seekor Kucing
Sedih ku berbeda dengannya

Puisi ini bercerita tentang seekor anjing yang mencintai seekor kucing. Namun ia sedih karena tak bisa memilikinya sepenuh hati dalam hidupnya.

Alhamdulillah,makin banyak temanku yang belajar membuat puisi. Ini salah satu karya temanku. Sederhana tapi sangat unik. Makasih Zabrina yang baik tapi gesrek.. wkwkwkwkk

SALAH SIAPA?

karya : Zabrina Setya Handini dan Fitria Imaniar

Apa pagi berganti malam?
Dari terang menjadi gelap
Dimana teman siangmu wahai bumi?
Apakah ia meninggalkanmu, bumi?
Ini semua salah siapa?
Tanyamu...

Alam merasa marah!
Dia marah!
Gemuruhnya membuat takut
Teriaknya menggoncang alam semesta
Gelombangnya menghanyutkan
Tanahpun retak

Ternyata karena manusia
Mengapa?
Apa salah bumi ini?
Kini bumi tenggelam akibat penghuninya
Manusia yang mengambil keuntungan

Tapi,
Bukanah ada penghuni yang bertanggungjawab?

Lalu, siapa yang salah?

Kamis, 19 Februari 2015

TERJATUH

Kakimu terluka
Darah merah yang mulai mengering
Kau biarkan tanpa mengusapnya
Biarlah menjadi bekas
Tanda jika kau pernah terluka

 Kau terjatuh
 Dan kesulitan untuk bangun
 Berjalanpun tak mampu
 Tapi kau ingat
 Ada suatu tempat yang indah
 Yang ingin kau injak

Bersamaan dengan itu
Air matamu jatuh
Warna beningnya membasahi pipimu
Arti air matamu itu
Kesedihan  yang mendalam

 Apakah rasanya begitu sakit?
 Perih dan ingin kau obati
 Sesekali kau merasa duniamu runtuh
Hatimu bukan batu
Yang halus yang mudah tersentuh
 Karenanya kau semakin terjatuh

 Terluka..
Hari inipun begitu
Kau bangun dan menghirup udaranya
Meski dunia membelakangimu
Dan membuat dinding didepanmu
Kau merasakan ini nyata
Karena sampai hari ini
Kau masih hidup



Duniamu runtuh, seperti terjatuh dan terluka. Seperti itulah hidupmu. Tapi satu hal yang pasti KAU MASIH HIDUP SAMPAI HARI INI. Jadi jangan menyerah pada hidupmu. Karena masih ada kesempatan untuk melewati dinding itu. Masih ada hari yang bisa kau raih untuk kebahagiaanmu. Tersenyum dengan tabah menghadapi dinding itu...

Rabu, 18 Februari 2015

MENANGISLAH


Ketika kesepian melanda
Ada sesuatu yang hilang
Telah terhapus oleh kesunyian
Namun bekasnya masih ada
Meruntuhkan langit malam ini

 Ketika kesepian menjadi menyakitkan
Dan sadar aku sendirian
Tidak tahu harus bertumpu dan mengadu
Hanya air mata yang mengalir

Ketika kesepian membuatku menggigil
Aku hanya diam
Biarlah merasakan dinginnya
Yang rasanya hampir panas
Menyadari tak ada siapapun
Disampingku

Kesepian membuatku menangis
Karena angin bisa masuk
Tanpa penghalang
 Atau sebuah tangan
Yang menutup mataku

Benar! Aku akan menangis
Hanya kali ini dan sekali ini
Air dingin mengalir begitu saja
Disuatu malam yang berbeda
Aku akan menangis sepanjang hari


Ada yang bilang, menangislah agar kamu tenang. Jadi, menangislah jika kamu sudah tidak bisa menanggung semua beban berat dipunggung. Menangislah hingga kebahagiaanmu menjadi kebahagiaan yang berarti...

BIARLAH

Biarlah..
Angin berhembus
Menusuk rusukmu
Semakin lama dan membuatmu sakit
Selama kau kuat takkan ada masalah

 Biarlah
 Angin berhembus
Menggoyahkan semuanya
Membuatmu terjatuh dan lemah
Hingga kau harus berdiri sendiri

Biarlah
Angin berhembus
Menerbangkan payungmu
Membuat harga dirimu menghilang
Dan kau harus berpakaian tebal

 Biarlah
Angin berhembus malam ini
Hingga kau tak sanggup untuk melihat siang
Menatap sinar yang benderang
Selama matamu masih baik-baik saja

Biarlah angin berhembus dan mengoyak hatimu
Biarlah semua terjadi dan kau akan menerima takdirmu
Selama kau kuat dan mampu
Selama kau percaya
Sungguh, semua akan kembali ketempatnya

Angin yang berhembus
Akan kembali lagi
 Dari darat kemudian laut
Saat takdir memilihmu
 Tetaplah berusaha tersenyum


Di dunia ini ada hal yang tidak bisa kamu paksakan. Meski berat dan kecewa, kamu tidak bisa memaksanya. Hal-hal seperti takdir, memang membuatmu selalu merasa menyesal untuk hidup. Seakan hanya kamu seorang yang mengalami kesedihan itu. Menyakitkan dan membuatmu marah. Tapi dari semua itu, berpikirlah mengapa kamu diciptakan dengan takdir ini. Karenanya, tetaplah tersenyum. Dan menjalani hidup untuk meruntuhkan dinding duniamu...

Minggu, 08 Februari 2015

THE POWER OF WORDS

Hari ini aku akan membahas betapa hebatnya kata-kata. Orang bilang hanya dengan kata-kata kita bisa merubah dunia. Kata-kata akan mempengaruhi pemikiran banyak orang. Seperti kata mutiara. Banyak orang menjadikan kata mutiara ini sebagai status di sosmed. Tapi mereka tidak tahu ada berapa banyak orang yang meresapi kata mutiara itu. Mereka tidak tahu dengan kata mutiara itu, jika temen mereka menjadi dapat melewati masalah hidupnya hanya dengan kata mutiara itu. Atau teman mereka bisa membantu orang lain dengan kata mutiara itu. Ada pula yang menjadikan kata mutiara itu sebagai prinsip mereka. Sebuah kata yang merubah hidupnya. Padahal mungkin saja orang itu hanya bermaksud untuk menuliskan sesuatu di sosmed untuk mendapat like banyak. Inilah, THE POWER OF WORDS..



Entah kenapa tiba-tiba dapet ide pengen nulis ini. Kemarin aku ikut rohis dan diakhir NKI nayangin sebuah video yang judulnya sama dengan tema tulisan ini. Divideo itu ada seorang pengemis tua diluar negeri yang buta dengan sebuah tulisan I’M BLIND. PLEASE HELP. disebelah pengemis itu. pria tua itu mengeharapkan belas kasih dari orang-orang sekitar agar mereka memberi sedikit rezeki mereka kepada beliau. Pria tua itu duduk dikeramaian yang banyak dilewati orang. Dengan begitu akan banyak orang yang memberi sedikit bantuan untuk beliau makan atau lainnya. Nyatanya, orang-orang itu terlalu sibuk dengan kegiatannya. Hanya beberapa orang yang memberi koin untuk pria itu. Bebeorang gadis justru sibuk selfie padalah pria tua itu ada disamping mereka. Sama seperti pria tua yang tak dapat melihat mereka, seakan mereka juga tak melihat pria tua itu.



Hingga akhirnya ada wanita datang dari arah kanan pria itu. Awalnya ia juga seperti tak peduli dan melewati pria tua itu begitu saja. Namun ia berbalik dan menghadap pria tua itu. awalnya aku mengira si wanita akan memberi koin untuk pria itu. Tetapi si wanita mengambil kardus sebelah pria tua dan menuliskan sesuatu disana. Pria tua menyadari kehadiran si wanita dan menyentuh sepatunya. Si wanita menaruh kembali kerdus itu ditempatnya. Lalu wanita itu pergi.

Ajaib, setelah itu banyak orang yang memberi koin untuk pria tua nan buta itu. beliau tersenyum bahagia. Hingga wanita tadi kembali melewati jalan itu dan berdiri didepan pria tua itu. ia tersenyum melihat tulisannya di kerdus. IT’S BEAUTIFULL DAY. AND I CAN’T SEE IT.



Ya!!!! Hanya dengan kata-kata seseorang akan luluh dan membantu kita. Dari kata I’M BLIND. PLEASE HELP ME menjadi kata IT’S BEAUTIFULL DAY. AND I CAN’T SEE IT. Sangat kentara perbedaan dari kedua kata-kata itu. kata-kata pertama hanya menunjukkan kekurangan sang pria tua tadi. Kata-kata yang terkesan sangat mengharap belas kasihan dari orang-orang. Sementara yang kedua menunjukkan kata-kata yang akan membuat orang-orang tersentuh dengan pria itu.

Kata Bang Farhan (yang ngisi materi NKI kemarin), kita tuh jangan bicara hal yang negatif tentang kekurangan kita. Apa kita berharap orang-orang akan membantu hanya dengan mengucap kekurangan? Mungkin ada juga yang membantu, tapi dengan begitu kita terlihat rendah. Bang Farhan ngasih contoh gini, “Gue anak orang nggak mampu, tapi gue bisa lanjutin sekolah ke luar negeri.” Kata-kata ini menunjukkan kekurangan diri sendiri. Gimana kalo diubah gini, “Gue bisa lanjutin sekolah ke luar negeri!!!!!”

THE POWER OF WORDS.. denger kalimat ini bikin merinding. Di film-film banyak tokohnya yang berubah gara-gara ucapan tokoh lain. Kita juga harus bisa milih kata-kata mana yang harus dimasukkin ke hati mana yang nggak. Kata-kata bisa merubah orang labil jadi jahat. Bisa juga merubah orang labil jadi baik. Kata-kata punya kekuatan tersendiri yang bila diucapkan akan bersinar dengan sendirinya. Seperti memberi nyawa dalam dunia yang sepi. Dalam sepi dan hanya kita yang berjalan sendiri. Kemudian kata-kata muncul dalam bentuk cahaya dan kembali membangkitkan semangat kita. 

Pilihlah dahulu kata-katamu sebelum mengucapkannya. Dengan kata-kata hubungan persahabatan 2 orang bisa hancur. Dengan kata-kata seseorang bisa sukses. Dengan kata-kata seseorang dapat terikat dalam janji. Dengan kata-kata kita bisa menolong orang. Dengan kata-kata seseorang bisa membenci. Dengan kata-kata seseorang bisa masuk penjara. Dengan kata-kata kita bisa menyadari bahwa dunia ini lebih indah dari yang dibayangkan. Jadi intinya, jangan meremehkan sebuah kata. Karena kata punya kekuatan sendiri yang tidak kita sadari.


Hati-hati dengan ucapanmu!!!