Translate

Kamis, 26 Februari 2015

KAMU YANG BERHAK MARAH!!!!

Pernah nggak sih kamu ngalami hal yang bikin kamu direndahin sama temenmu sendiri?

Pasti pernah kan? Disini aku bilang temen kamu, bukan sahabat kamu. Dia hanya dekat denganmu karena kamu dan dia punya hatu hal yang bisa kalian bahas bersama. Bisa tertawa meski sekadarnya. Menjadi teman yang saat sahabatmu tidak ada disampingmu. Semacam pelampiasan. Okeh, mungkin kamu tidak akan merasa sakit saat dia merendahkanmu. Kamu hanya cukup tahu bagaimana sifatnya dan kamu tak perlu berbagi apapun dengannya tentang dirimu. Dia tidak akan menjadi sahabatmu.

Tapi, bagaimana jika dia adalah teman baik yang kamu kenal lama, namun ia bukan sahabatmu? Dia mengucap sesuatu yang sangat melukai hatimu. Dia mengejek sesuatu milikmu. Ketika ia mengejek bendamu, secara langsung ia mengejek dirimu sendiri. Sama seperti mengejek harga dirimu. Barang itu sesuatu yang berharga untukmu. Sebagai contoh, ia mengejek HP-mu yang “jadul”. Apa yang kamu rasakan? apa ia punya hak untuk mengejek barangmu?

“Barang itu adalah milikku. Hanya aku yang boleh mengejeknya. Tak ada siapapun yang bisa melakukannya selain diriku sendiri.”


Benar! Barang itu adalah menjadi milikmu. Barang yang kamu dapatkan dengan uangmu sendiri, yang kamu rela untuk mengorbankan keinginan lain hanya demi barang itu. Jadi, yang boleh marah atau mengejek barang itu adalah KAMU, bukan orang lain. Entah kamu akan membuangnya atau tidak, kamu merusaknya atau tidak, kamu menguburnya atau tidak, itu hakmu. Keringat yang kamu keluarkan akan mendorongmu untuk menuntut orang itu. Pengorbananmu juga berteriak akan membakar mulutnya. Namun ada tembok antara kamu dan dia yang bernama TEMAN. Nuranimu tak mengijinkan kamu untuk mengeluarkan emosimu saat itu juga. Jadi kamu hanya diam. Menahan dirimu dan berpura-pura kamu tak mendengarnya. Ini lebih baik. Daripada temanmu menjadi musuhmu.


Karena kejadian itu, karena barang itu ada didekatmu selalu, kamu akan mengingat hal itu. meskipun kamu lupa, keringatmu akan kembali menuntut. Sampai kamu mengikhlaskan barang itu di hina orang lain, sampai kamu bener-benar mengobati emosimu yang terpendam, sampai harga dirimu dikembalikan olehnya dan memberimu pakaian tebal, semua akan kembali seperti semula. Tapi satu hal yang kamu sesalkan, dan kamu sangat marah karenanya. Mengapa kamu memperjuangkan untuk memperoleh barang yang hanya akan diejek oleh orang lain? apa artinya barang itu? sampai harga dirimu terbawa dalam situasi itu? Kamu mendapatkan barang itu karena kamu perlu. Yang tanpanya kamu takkan bisa melakukan sesuatu. Barang itu selalu membantumu. Jadi saat barang itu diejek, kamu juga akan merasa diejek.

Situasi ini sama seperti adikmu membuat orang lain marah dan orang lain menghina adikmu karenanya. Tanpa sadar kamu mengepalkan tangan. Namun kamu melepas kepalan itu karena kamu ingat tak ada alasan memukul orang itu. karena adikmu memang bersalah. Hanya saja,orang yang benar-benar berhak dan  boleh marah padanya adalah kamu. Kamu yang mengasihinya seperti kamu mengasihi dirimu. Kamu yang melindunginya seperti kamu melindungi dirimu. Kamu yang menjaga perasaanya. Kamu yang selalu mendahulukan dirinya daripadamu. Maka saat orang lain memarahinya, kamu lah yang lebih berhak. Karena titlemu sebagai seorang kakak, telah merusak nama baikmu. Karena perbuatannya, kamu dicap sebagai kakak yang buruk. Padahal kamu menyanyanginya. Tapi lebih baik kamu diam. Adikmu juga bersalah. Diam menjadi jalan terbaik.

Tapi kamu hanya menangis dalam diamu. Barang itu, tak ada yang bisa kamu lakukan padanya setelah kamu memarahinya. Karena barang itu tetap saja milikmu dengan segala kekurangannya.



*Janganmarahpadahidupmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar