Tema : Rohis yang ideal
ideal/ide·al/ /idéal/ a sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau
diangan-angankan atau dikehendaki: contoh
: gadis itu sangat -- untuk menjadi peragawati;
Setiap
ekstrakulikuler sekolah pasti memiliki kriteria idealnya sendiri agar bisa
disebut layak. Ekskul tersebut sudah tentu tidak menginginkan hanya menjadi
sekedar ekskul asal-asalan yang tidak dapat mengembangkan dan membina
anggotanya. Sehingga setiap anggota tidak merasa menyesal memasuki dunia ekskul
tersebut. Pengertian ideal sendiri adalah yang paling/sangat sesuai dengan apa
yang inginkan/dicita-citakan. Sama halnya yang terjadi pada ROHIS (Rohani
Islam). Dengan memiliki kriteria ideal tersebut, insya allah, Rohis dapat
dengan mudah menjalankan setiap kegiatan-kegiatan. Menjadi Rohis yang sesuai
dengan apa yang diimpikan tentu keinginan setiap anggota. Semua itu tidak akan
tercapai tanpa kerja keras dan kerjasama anggotanya, terlebih jika Rohis diurus
secara asal-asalan. Berikut saya akan menyampaikan pendapat bagaimana Rohis
yang ideal itu.
Perhatikanlah
pohon-pohon yang berdiri kokoh disekitar kita. Pohon-pohon itu telah ditopang
oleh akar. Ada yang tunggang, ada yang serabut. Bayangkan jika akar tersebut adalah
kita sebagai anggota Rohis yang harus siap menjaga kokohnya ekskul Rohis itu
agar tidak rubuh oleh terpaan ketidakadaan dan ketidakkuatnya iman. Menurut
saya, untuk menjadi Rohis yang ideal itu harus dimulai dari anggotanya. Kesadaran
dan kemauan dari diri anggota tersebut untuk memajukan Rohis yang sesuai dengan
fungsinya, yaitu sarana memperdalam agama islam. Tentu dengan diniatkan karena
Allah Ta’ala. Anggota tersebut telah menyadari dan memegang tanggung jawab
besar dalam dirinya terhadap Rohis. Seperti akar pada pohon beringin, anggota
tersebut harus kuat menopang beratnya tanggungjawab yang diberikan. Tetapi jangan
tanggungjawab itu dijadikan beban, akhirnya akar tersebut berubah menjadi akar serabut.
Pohon beringinpun akan rubuh karena ditopang akar sekecil itu. Artinya Rohis
akan sesuai dengan apa yang diinginkan saat diurus oleh anggota-anggota yang
menyadari pentingnya tanggungjawab tersebut. Bersyukurlah ketika Allah memilih
kita diantara manusia lain untuk menyadari hal tersebut.
Seperti yang
sudah dijelaskan, Rohis dimulai dari anggotanya. Jika anggotanya saja sudah menyerah
dan tidak lagi aktif (tidak istiqamah) dalam ekskul Rohis, maka kata Ideal itu
atau yang dicita-citakan itu seharusnya tak pernah ada. Untuk itu diperlukan
kebersamaan antar sesama anggota Rohis dalam setiap kegiatannya (ikhwan dengan
ikhwan, akhwat dengan akhwat). Yang karena seringnya kebersamaan itu, tentu
lama-kelamaan terjalin kekompakan dengan sendirinya. Dimana kekompakkan sangat
diperlukan, tidak hanya pada Rohis, tetapi juga ekskul lainnya. Namun, tanpa
disadari dengan semua itu kita telah berhasil membangun Ukhuwah. Ikatan
persahabatan yang sudah ada semakin tumbuh, menjalar menjadi rasa persaudaraan
dalam tiap anggotanya. Saling menyayangi, saling melindungi, saling
mengingatkan, saling berbagi, dan rasa memiliki satu sama lain. Selama
mengikuti ekskul Rohis ini saya sangat merasakan nikmat yang namanya Indahnya
Ukhuwah. Ikatan yang tidak saya rasakan pada ekskul lainnya. Karenapun, kami
telah diajarkan bahwa Ukhuwah sangat penting. Agar terhindar dari perpecahan
anggotanya. Saya sepenuhnya menyadari bahwa menjalin kekompakkan setiap anggota
tidaklah mudah, bahkan menjadi PR tersendiri. Setiap anggota hendaknya bisa
menjaga ikatan dalam naungan Allah ini.
Anggota-anggota
Rohis diajarkan untuk lebih mengenal Allah, Sang Pencipta dengan segala
keagungannya. Mengenal Islam lebih dekat. Sehingga dapat mencintai dengan sepenuh
hati agama ini. Rohis mengajarkan apa-apa saja yang ada dalam Islam. Memperoleh
ilmu yang sangat berharga lagi bermanfaat. Anggota-anggota Rohispun tidak
semuanya berasal dari latar belakang yang islami. Yang tentu pernah mengalami
masa kebodohannya masing-masing dengan menomor sekiankan Islam dari hal
lainnya. Alasannya, belum mengenal Islam. Tetapi karena kesadaran dan kemauan, bersama-sama
kami mulai berhijrah. Menyibukkan diri dengan kegiatan yang berbau islam. Menjadi
Rohis yang Ideal akan terwujud bila anggotanya senantiasa berusaha dan belajar
mengenal agama Islam. Dan membentuk pemuda-pemudi Islami.
Rasanya tak
lengkap jika memimpikan Rohis yang orang lain atau teman-teman tidak merasakan
manfaat yang telah diperoleh selama ini. Menularkan ilmu pada orang lain,
saling berbagi dengan ikhlas. Berdakwah meski sulit, angggota-anggota Rohis
mengharapkan dengan kehadirnya dapat memperbaiki akhlak yang lain.
Semua tentu
berharap Rohis menjadi Rohis yang Ideal. Begitupun saya. Bagi saya, rohis yang ideal
atau Rohis yang diinginkan adalah memiliki anggota-anggota yang mau mempelajari
dan mengkaji Islam itu sendiri serta sadar akan tanggungjawab yang diembannya. Semua
bermula dari anggota. Jadi, mari kita renungkan sejenak... apakah kita sudah
memakukannya?
*Mohonmaafbilaadasalahkata

Tidak ada komentar:
Posting Komentar