Translate

Rabu, 23 Juli 2014

PEMIMPI


Haiiii semua..
Perkenalkan saya(biar keliatan formal heheheheee) seorang perempuan dari Tegal yang hijrah ke Jakarta(Berarti asal saya dari Jakarta,kan ??? hahahaaa) yang memiliki banyak impian. Impian yang saya maksud disini adalah apa yang kita cita-citakan kelak. Beberapa hari yang lalu guru saya bertanya apa sih cita-cita muridnya itu. Dalam satu kelas jelas temen saya mempunyai cita-cita yang berbeda. Tentara,IT,dokter,guru,pengusaha,pilot,penulis,arsitek,photografer,ahli komputer,dll.(maaf saya luppa apa sajjah) bahkan ada yang bercita-cita menjadi profesor. Ada sebuah jawaban yang mengatakan “Saya ingin menjadi orang sukses” jelas semua ingin menjadi orang sukses tapi menurut saya itu bukan cita-cita. Cita-cita selalu memiliki tujuan, sebuah tempat yang akan kita injak. Seseorang yang sukses mempunyai tujuan. Banyak anak yang bercita-cita tinggi. Bahkan mungkin (maaf) setinggi langit. Langit adalah dinding yang tidak dapat kita sentuh. Dinding ini bernama halangan. Bercita-citalah sesuai apa yang kita miliki. Saya pernah mengalaminya, apa yang saya cita-citakan tidak sesuai dengan keadaan. Ini sangat menyakitkan. Seseorang yang dapat memecah dan melewati dinding dalam keadaannya, itu yang bisa di sebut hebat. Orang-orang sukses yang memulai kisahnya dari bawah saya merasa iri untuk mereka. Guru saya mengatakan cita-cita itu seperti memancing. Berapa mahal umpan yang kita keluarkan, hasilnya pun akan sama mahalnya.
“Berusahalah mengubah 50% menjadi 100%”
Mungkin ini sedikit kata-kata pencerahan. Banyak orang yang menyerah di tengah jalan akan cita-citanya dan berpindah haluan karena berbagai alasan. Cita-cita memang harusnya dimulai dari kecil, dari dimana kita telah menginjak usia untuk paham apa cita-cita. Cita-cita itu bisa menentukan masa depan, yang artinya cita-cita sangat penting. Jadi, siapapun  membaca tulisan ini, yang belum tahu cita-citanya, tentukan sekarang. Jadikan cita-cita sebagai tumpuanmu.
“Jika kau menemukan rintangan, hal yang harus kau lakukan hanya melewatinya, maka rintangan itu akan berubah menjadi jembatan.” (dream high-korean drama)
Selanjutnya bagaimana kita meraih cita-cita itu sendiri. Saya sendiri dalam meraih cita-cita masih samar. Sudah jelas memang apa yang dicita-citakan, namun ya begitulah hidup. Saat ini saya 15 tahun. Sekarang banyak orang yang berusia 15 tahun bahkan kurang dari itu sudah bisa sukses dengan hasilnya sendiri. Rintangan dalam hidup memang tak bisa kita hindari, tak bisa kita elak seperti memilih jenis kelamin. Laki-laki atau perempuan. Sekarang bagaimana kita melompati rintangan itu. Tetap teguh pada impian kita. Jangan sampai cita-cita dinomor duakan oleh hal lain.
Ada yang bilang bahwa kesuksesan tergantung takdir. Kita ditakdirkan untuk tidak sukses, keberuntungan tidak memihak kita, nasib kita sial, atau apalah itu. Mungkin kata-kata ini diucapkan oleh orang yang telah lelah dalam meraih cit-citanya. Ya, kesuksesan termasuk dalam takdir, namun takdir yang dapan diubah. Dengan usaha dan do’a sesuatunya akan berhasil.
“Percayalah pada payung rusak kecil yang kau miliki dan teroboslah hujan lebat tersebut.” (dream high 2-korean drama)
Kembali ke cita-cita, jika kita merasa lelah ingatlah pada sebuah senjata. Kita masih mempunyai senjata. Senjata yang ampuh bagi orang dengan impian kuat, yaitu Harapan. Saya yakin semuanya pasti punya harapan. Berharaplah. Pandanglah semua bintang yang ada didepanmu. Keindahannya, sinarnya, berjuta-juta, kalian ingin menyentuhnya bukan? Senjata yang akan membunuh segala rintangan. Genggamlah kuat-kuat dalam pelukanmu. Dan dia akan melindungimu sebagaimana kau menggunakannya.
Jadi, marilah kita berjuang, kawan.
*Jangam menyerah, itu kuncinya....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar