Haiiii
semua..
Perkenalkan saya(biar keliatan formal
heheheheee) seorang perempuan dari Tegal yang hijrah ke Jakarta(Berarti asal
saya dari Jakarta,kan ??? hahahaaa) yang memiliki banyak impian. Impian yang
saya maksud disini adalah apa yang kita cita-citakan kelak. Beberapa hari yang
lalu guru saya bertanya apa sih cita-cita muridnya itu. Dalam satu kelas jelas
temen saya mempunyai cita-cita yang berbeda.
Tentara,IT,dokter,guru,pengusaha,pilot,penulis,arsitek,photografer,ahli
komputer,dll.(maaf saya luppa apa sajjah) bahkan ada yang bercita-cita menjadi
profesor. Ada sebuah jawaban yang mengatakan “Saya ingin menjadi orang sukses”
jelas semua ingin menjadi orang sukses tapi menurut saya itu bukan cita-cita.
Cita-cita selalu memiliki tujuan, sebuah tempat yang akan kita injak. Seseorang
yang sukses mempunyai tujuan. Banyak anak yang bercita-cita tinggi. Bahkan
mungkin (maaf) setinggi langit. Langit adalah dinding yang tidak dapat kita
sentuh. Dinding ini bernama halangan. Bercita-citalah sesuai apa yang kita
miliki. Saya pernah mengalaminya, apa yang saya cita-citakan tidak sesuai
dengan keadaan. Ini sangat menyakitkan. Seseorang yang dapat memecah dan
melewati dinding dalam keadaannya, itu yang bisa di sebut hebat. Orang-orang
sukses yang memulai kisahnya dari bawah saya merasa iri untuk mereka. Guru saya
mengatakan cita-cita itu seperti memancing. Berapa mahal umpan yang kita
keluarkan, hasilnya pun akan sama mahalnya.
“Berusahalah mengubah 50% menjadi 100%”
Mungkin
ini sedikit kata-kata pencerahan. Banyak orang yang menyerah di tengah jalan
akan cita-citanya dan berpindah haluan karena berbagai alasan. Cita-cita memang
harusnya dimulai dari kecil, dari dimana kita telah menginjak usia untuk paham
apa cita-cita. Cita-cita itu bisa menentukan masa depan, yang artinya cita-cita
sangat penting. Jadi, siapapun membaca
tulisan ini, yang belum tahu cita-citanya, tentukan sekarang. Jadikan cita-cita
sebagai tumpuanmu.
“Jika kau menemukan rintangan, hal yang
harus kau lakukan hanya melewatinya, maka rintangan itu akan berubah menjadi
jembatan.” (dream
high-korean drama)
Selanjutnya
bagaimana kita meraih cita-cita itu sendiri. Saya sendiri dalam meraih
cita-cita masih samar. Sudah jelas memang apa yang dicita-citakan, namun ya
begitulah hidup. Saat ini saya 15 tahun. Sekarang banyak orang yang berusia 15
tahun bahkan kurang dari itu sudah bisa sukses dengan hasilnya sendiri.
Rintangan dalam hidup memang tak bisa kita hindari, tak bisa kita elak seperti
memilih jenis kelamin. Laki-laki atau perempuan. Sekarang bagaimana kita
melompati rintangan itu. Tetap teguh pada impian kita. Jangan sampai cita-cita
dinomor duakan oleh hal lain.
Ada yang
bilang bahwa kesuksesan tergantung takdir. Kita ditakdirkan untuk tidak sukses,
keberuntungan tidak memihak kita, nasib kita sial, atau apalah itu. Mungkin
kata-kata ini diucapkan oleh orang yang telah lelah dalam meraih cit-citanya.
Ya, kesuksesan termasuk dalam takdir, namun takdir yang dapan diubah. Dengan
usaha dan do’a sesuatunya akan berhasil.
“Percayalah pada payung rusak kecil
yang kau miliki dan teroboslah hujan lebat tersebut.” (dream high 2-korean drama)
Kembali
ke cita-cita, jika kita merasa lelah ingatlah pada sebuah senjata. Kita masih
mempunyai senjata. Senjata yang ampuh bagi orang dengan impian kuat, yaitu
Harapan. Saya yakin semuanya pasti punya harapan. Berharaplah. Pandanglah semua
bintang yang ada didepanmu. Keindahannya, sinarnya, berjuta-juta, kalian ingin
menyentuhnya bukan? Senjata yang akan membunuh segala rintangan. Genggamlah
kuat-kuat dalam pelukanmu. Dan dia akan melindungimu sebagaimana kau
menggunakannya.
Jadi,
marilah kita berjuang, kawan.
*Jangam
menyerah, itu kuncinya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar