Translate

Sabtu, 02 Agustus 2014

TIRULAH JANG OK JONG DALAM SISI LAINNYA

Haiiii !!!! how are you, kawan ??? *heheheheee*




Sebenernya pos ini gue buat untuk mencurahkan perasaan ajja. Entah kenapa gue pengen banget ngepos tentang ini. Mungkin karna gue ngga tahan buat mendem semuanya dalem ati. Sakitnya tuh disini*mulai alay*!!! 

Kalian tahu apa yang paling gue nggak suka di dunia ini ???? bukan makanan *secara suka semua makanan yg delicius* bukan juga barang. Tapi seseuatu yang gue yakin lo nggak akan suka sama ini. DIHINA. Iya, dihina. Sinonimnya sih, dilecehkan, direndahkan, dipandang sebelah mata*padahalkan mata ada dua*,diejek, dll. Gue paling nggak suka kata itu. Itu tuh kaya kita terjebak dalam sebuah negeri yang nggak nerima kita. Kita seperti terasingkan. Mending kabur, kan dari situ. Eh itu namanya di hina atau bukan sih, ya pokoknya gitu. Gue banyak banget ngalamin yang namanya dihina. Tapi gue nggak bisa lepas, nggak bisa lari, masih... terus ditempat itu. Kaya di penjara gitu. Pengen nangis, tapi itu mbuktiin kalo kita rendah banget, kita lemah. Tapi kalo ditahan, sakitnya minta ampun.

Pernah liat drama korea Jang Ok Jong Live for Love(versi 2013)??? ya, Jang Suk Won (gelar Jang Ok Jong),seorang selir yang mendapat cinta raja harus menelan pil pahit. Ia harus melihat ibu kandungnya sendiri yang mantan budak mendapat perlakuan *berbeda*  dari Ibu Suri. Ibunya tidak diperbolehkan duduk sejajar dengan para istri Menteri. Sehingga ibunya duduk ditanah hanya beralaskan tikar. Jang Ok Jong seorang  yang kedudukannya lebih tinggi dari mereka, dan ibunya diperlakukan tidak selayaknya. Hatinya otomatis perih. Terlebih ia harus dihina oleh seorang pelayan ibu suri yang kedudukannya lebih rendah darinya, tapi pelayan itu adalah kepercayaan Ibu Suri. Tak masalah memang, jika Jang Ok Jong hanya seorang pelayan. Masalah kasta sangat berpengaruh dalam Joseon. Jang Ok Jong juga dulunya seorang pelayan istana dalam bidang jahit-menjahit. Sehingga ia diperlakukan seperti ini.

ini waktu sang ibu(rok biru) disuruh duduk dibawah, dan Ok Jong(rok merah) marah. Raja(jubah merah) datangdan membantu mereka. Ratu(rok pink) dan ibunya(rok coklat) ingin memberi hormat tapi tak dipedulikan oleh Raja.

Gue peham bener kalo masalalu apalagi yang berhubungan kasta memang berpengaruh. Dan yang paling nyesek itu kalo yang berhubungan fisik. Itemlah, pendeklah, jeleklah, dll. Mungkin bagi mereka(yang menghina) itu lucu, dan dianggep seperti gurauan. Semua orang termasuk lo tertawa. Tapi pernah nggak lo liat orang yang dibilang gitu(yang dihina) juga ikut ketawa? Atau ketawa tapi ketawa setengah-setengah? Adasih yang ketawa nandain itu juga lucu, tapi lo nggak pernah tau yang dirasakan orang itu sebenernya. Dan juga, lo itu sebenernya dosa kalo ngehina orang, lo udah nyebabin orang itu bisa saja menyalahkan ALLAH yang udah ngasih dia takdir. Lo udah menghina pemberian ALLAH.

“Kau bilang itu gurauan, gurauan seharusnya bukan untuk orang yang mengatakannya tapi untuk orang yang menerimanya, bukankah begitu? Jika ia tidak setuju dengan gurauan itu, berarti itu bukan gurauan... tetapi teror” DRAMA KOREA I HEAR YOUR VOICE – JAKSA SEO DO YEON.


muka sedih Ok Jong

Akhirnya banyak orang yang memilih menyembunyikan kekurangannya dari orang lain. Gue bertanya-tanya, sebenernya apa sih salahnya punya kekurangan,? Kalo lo nggak punya kekurangan hidup lo tuh hampa. Nggak ada sesuatu yang perlu dan harus lo perbaiki. Nggak ada sesuatu yang harus yang bisa jadi alasan untuk lo terus memaknai hidup, untuk lo belajar dalam hidup. Terus lo akan bangga dengan lo nggak punya kekurangan dan bilang I’m perfect? Heh, emang lo ALLAH yang jelas-jelas pemilik segalanya dari dunia ini? lo akan terjerat terus dari sikap lo itu dan akhirnya hidup lo kaya sayur nggak ada garemnya. Ingat, jangan bangga pada kelebihan.

Dihina itu kaya direndahin. Nggak ada yang ngrasa enak kalo direndahin. Semua orang itu punya perasaan. Menurut gue, dengan lo menghina orang lain sama aja lo melanggar HAM. Direndahin itu kaya lo berada dalam jurang yang paling dalem yang nyebabin lo nggak bisa naik ke atas. Yang lebih parah itu kalo orang yang direndahin itu orang yang nggak percaya dirian. Udah jatuh, luka lagi. Untuk itu, kalo lo direndahin percaya diri ajja. Atau nglawan biar orang yang ngehina lo itu sadar. *gue sebenernya juga nggak terlalu percaya kalo cara ini berhasil, wahahahahaaaa* karna biasanya orang yang suka menghina itu nggak punya ati, eh bukan biasanya lagi tapi emang. Atau dia menghina untuk menutupi kekurangannya. Ada juga tuh yang merasa dia itu yang paling tinggi jadi menganggap menghina adalah Hak. Inget!!! Dihina itu bukan Hak, tapi tindak ketidakperasaan.

Nah, gue suka sama jalan pikiran Jang Ok Jong. Jadikan hinaan lo itu sebagai senjata lo. Senjata yang nggak pernah lo lupain. Senjata yang paling sakit yang lo punya. Biasanya dihina itu nggak pernah dilupakan seseorang. Bahkan orang baikpun pasti inget. Jang Ok Jong dengan berpegang teguh pada senjata itu, dia bisa naik kasta lagi !!! jadi Jang Hee Bin, gelar selir yang paling tinggi. Saat Jang Ok Jong dihina, yang beliau lakuin itu sabar. Iya sabar. Dia sabar untuk Yang Mulia Raja yang telah memberinya  cinta yang begitu banyak bahkan melebihi Sang Ratu. Tapi sakit didalam hatinya sudah melebihi batas. Beliau menghalalkan segala cara untuk bisa tetap bertahan didalam istana. Dan pelan tapi pasti, Jang Ok Jong berhasil mengalahkan orang-orang yang menghinanya karna kasta. Bahkan Raja menggulingkan Sang Ratu demi keselamatan anaknya dengan Jang Ok Jong. Dan sampailah Ok Jong ke gelar tertinggi negeri itu, Sang Ratu.


Ok Jong membahayakan dirinya sendiri dengan memakan makanan beracun demi menfitnah Ratu

Ya, manusia juga manusia. Yang punya hafsu tinggi. Waktu dibawah aja menderitanya minta ampun, nah selagi dia
atas kenapa nyia-nyiain kesempatan. Ini yang gue nggak suka dari Jang Ok Jong. Jangan ambisius ya, kawan. Dan juga, sadar nggak sih lo kalo dihina itu buat bisa jadi tambah dewasa. Lo jangan ikut-ikutan Jang Ok Jong yang menghalalkan segala cara. Lo harus percaya sama kemampuan lo kalo lo bisa waktu dihina. Sportif lah... walau gue ngerti kenapa beliau nglakuin itu. Untuk lebih jelasnya tonton deh dramanya... *heheheeee promot dikit*

Jang Ok Jong sebenernya baik, tapi penghinaan, direndahkan, udah merubah perasaannya. Dia gadis dengan penuh perjuangan,*bahasanya... gaya abizz* diakhir ceritapun dia udah berubah dan mengakui kesalahannya pada Raja, karna Raja udah tahu tabiatnya. Posisinya dikembalikan lagi ke Jang Hee Bin dan Ratu kembali ke Istana. Endingnya, dia meninggal karna dihukum minum racun!!!! Dia difitnah yang membunuh Ratu oleh selir lainnya,Choi Suk Bin. Ini persis seperti apa yang dilakukan Jang Ok Jong pada Ratu dahulu. 


Saat Ratu(rok kuning) kembali ke Istana dan Ok Jong(baju putih) turun tahta. Choi Suk Bin(rok ungu) berada ditengahnya


Ok Jong meninggal dipangkuan Raja setelah meminum racun


Banyak pelajaran yang lo dapet dari cerita ini. Yang gue maksud dari sisi lain Jang Ok Jong itu ya, penghinaan yang dia alami, bukan cara apa yang dia lakukan setelah dihina. Kembali lagi ke menghina dan dihina, kata orang sih, cara terbaik membalas orang lain itu dengan melebihinya. Lo harus melebihi dia dalam bidang yang menjadi kelebihan lo. Atau lo asah terus kekurangan lo dan lo buktiin ke orang yang menghina lo kalo dia itu salah. Dulu gue sama temen gue punya kata-kata gini. Seoon-oonnya orang oon, lebih oon orang yang ngoon-oonin orang oon. Nah gue ganti nih. Sejelek-jeleknyanya orang jelek, lebih jelek orang yang ngejelek-jelekin orang jelek. Jadi orang yang ngehina lo nggak lebih baik dari lo. Paham kan? Jangan minder(malu) punya kekurangan. Karna lo juga punya kelebihan yang belum lo tunjukkin ke orang itu. *sebenernya kata-kata ini juga buat gue, heheheheee*


Tiga wanita dalam hidup Raja Suk Jong. Choi Suk Bin(rok kuning kehijauan), Jang Hee Bin(rok biru), Ratu Min In Hyun(rok hijau)


Okeh, sekian dulu dari Saya*mau akhir jadinya formal* maaf kalo tulisannya ngalor-ngidul nggak jelas. Karna baru belajar.*selalu bilang gitu, kapan bisanya?*

*Jangan menghina dan jangan mau dihina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar